Monday, June 13, 2016

Jalur Cepat Semanggi Ditutup Dua Bulan

Jalur Cepat Semanggi Ditutup Dua Bulan

Di kawasan Semanggi sekarang ini sedang dibangun simpang susun baru yang pekerjaannya dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) sejak tanggal 8 April 2016 dan ditargetkan beroperasi pada bulan Agustus 2017. Tujuannya dibangunnya simpang susun baru ini adalah untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan akibat tersumbatnya aliran lalu lintas di tikungan antara Jalan Jenderal Sudirman  dan Jalan Gatot Subroto. Diharapkan dengan adanya simpang susun yang baru ini akan mengurangi kepadatan dan kemacetan di kawasan ini sampai dengan 30 persen.


Simpang susun yang baru ini terdiri dari dua ruas yang melingkari empat lingkaran Simpang Semanggi. Satu ruas menghubungkan Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang menuju Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia. Sementara satu ruang lagi akan menghubungkan lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi menuju Jalan Jenderal Sudirman yang menuju arah Blok M.

Pengalihan Arus Lalu Lintas

Sebagai bagian dari progres pekerjaan pembangunan Simpang Susun Semanggi, maka terhitung mulai hari Minggu, tanggal 12 Juni 2016, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta  menutup empat jalur cepat di Simpang Semanggi, Jakarta Selatan. Penutupan jalur cepat ini akan berlangsung selama dua bulan sampai dengan 12 Agustus 2016.

Oleh karena itu, semua pengguna jalan diharuskan untuk mengikuti rambu dan petunjuk pengalihan arus. Jalur lambat Simpang Semanggi tetap bisa dilalui, tetapi jalur alternatif disiapkan untuk mengatasi penumpukan kendaraan.

Pengendara dari arah Cawang (arah timur) yang akan menuju arah Blok M (arah selatan), tetap bisa melalui jalur lambat Semanggi di depan Markas Polda Metro Jaya. Pengendara juga bisa mengambil jalur alternatif melalui kawasan SCBD lalu ke Jalan Jenderal Sudirman.

Kendaraan dari arah Blok M (selatan) yang akan menuju Slipi (barat) bisa melalui jalur lambat Semanggi di depan Hotel Sultan atau melalui jalur alternatif  Jalan Pintu Gelora I dan Jalan Asia Afrika di kawasan Senayan.

Untuk kendaraan dari Bundaran Hotel Indonesia (arah utara) menuju Cawang (timur) bisa melalui jalur lambat di depan Plaza Semanggi atau jalur alternatif Jalan Prof. Dr. Satrio - Jalan Casablanca atau Jalan Galunggung-Jalan Sultan Agung.

Kendaraan dari arah Slipi (barat) yang akan menuju ke Bundaran Hotel Indonesia (utara) bisa melalui jalur lambat di depan Wisma GKBI atau melalui Jalan Danau Sentani-Jalan Bendungan Jatiluhur-Jalan Bendungan Hilir. Rambu-rambu dan petunjuk jalan alternatif akan dipasang untuk menghindari simpang susun semanggi.


EmoticonEmoticon