Tuesday, November 1, 2016

Inilah Taman Pandang Istana Sebagai Tempat Untuk Berunjuk Rasa Di DKI Jakarta

Inilah Taman Pandang Istana Sebagai Tempat Untuk Berdemonstrasi

Pemprov DKI mempersembahkan untuk masyarakat pejuang demokrasi, Taman Pandang Istana. Terletak di seberang Istana Merdeka ini diperuntukkan bagi para pendemo yang biasa melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Taman Pandang Istana diharapkan bukan hanya menjadi ruang terbuka hijau bagi warga Jakarta, tetapi juga sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan serta aspirasi melalui kegiatan kreatif dan kolaboratif.

Taman yang terletak di sebelah barat laut Monumen Nasional (Monas) atau tepatnya di depan foto Presiden Republik Indonesia itu diperuntukkan bagi para pendemo yang biasa melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Demo di depan Istana, lanjut dia, membuat arus lalu lintas sekitar menjadi macet serta sampah di mana-mana. Basuki berharap, pembangunan taman tersebut bisa mengantisipasi dua masalah tersebut.

"Ini memang ide ketika para pendemo ngotot mau menyampikan aspirasi memandang ke Istana. Jadi, kami berpikir pakai nama 'Taman Aspirasi' saja, tetapi namanya kayaknya kurang, jadi kami usul ke Istana dan kami ganti namanya jadi 'Taman Pandang Istana'," kata Basuki.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, taman ini tak sekadar menunjukkan ruang terbuka hijau saja, tetapi juga banyak dekorasi warna-warni dengan sentuhan seni dari para seniman.

Adapun fungsi dan tujuan pembangunan taman ini ialah sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan serta aspirasi melalui kegiatan kreatif dan kolaboratif.

Pembangunan Taman Pandang Istana dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Holcim, Caras Creative Placemaking, dan seniman grafis Yasser Rizky.

Dari depan taman, pengunjung dapat melihat instalasi tipografi tiga dimensi yang terdiri dari bangku taman, instalasi patung "Ragam dan Insan", instalasi pada lantai berupa kutipan inspiratif dari para tokoh, dan pahlawan Indonesia.

Ada kutipan Abdurrahman Wahid, Mohammad Hatta, YB Mangunwijaya, dan Buya Hamka; serta tembok mural atau grafiti. Pohon-pohon yang ada di taman pun dihias dengan kain rajut warna-warni.

"Kami ingin unsur seni dibawa ke ranah publik. Makanya, kami libatkan komunitas, lalu juga ada pesannya dari para tokoh, apa sih yang dicita-citakan bangsa Indonesia," kata Basuki.

Ia berharap, para pendemo juga merasakan sentuhan seni yang ada di taman tersebut.

"Apalagi mereka agak provokatif. Taman ini bisa mendorong Bhinneka Tunggal Ika untuk menghargai keberagaman," kata Basuki.

Rencananya, taman serupa juga dibangun di kawasan Bundaran Hotel Indonesia atau persisnya di lahan bekas Kedubes Inggris. Sebab, lanjut dia, dua lokasi favorit melakukan aksi unjuk rasa adalah di depan Istana Merdeka dan Bundaran HI. Jadi, taman-taman di Jakarta memiliki tema masing-masing.

"Misalnya Kalijodo, jelas untuk skateboard sama sepeda," kata Basuki.

Sumber: Kompas.com




EmoticonEmoticon