Wednesday, March 16, 2016

Monumen Jalesveva Jayamahe

Monumen Jalesveva Jayamahe

Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Kota Surabaya? Kota yang juga dikenal dengan nama kota pahlawan ini memiliki sebuah monumen yang melambangkan kekuatan dan kejayaan Laut Indonesia bernama Monumen Jalesveva Jayamahe. Jalesveva Jayamahe memiliki makna “di lautan kita jaya” juga menjadi motto dari TNI Angkatan Laut.

Keberadaan monumen ini sebagai pengingat bahwa sejak dulu Indonesia cukup berjaya pada bidang kemaritiman, yang bahkan telah dimulai sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga Majapahit. Monumen Jalesveva Jayamahe memiliki bentuk seorang perwista TNI Angkatan Laut dengan seragam lengkapnya sedang berdiri tegak menatap lautan, yang kini juga menatap Jembatan Suramadu, dengan tanggan kanan di pinggang sementara tanggan kirinya memegang pedang yang ditumpukan ke lantai.

Monumen Jalesveva Jayamahe berada di kawasan Tanjung Perak, pelabuhan utama di Kota Surabaya, tepatnya di ujung barat Dermaga Madura. Monumen setinggi 30,6 meter terebut dibangun atas prakarsa dari Laksamana TNI Muhammad Arifin, Kepala Staf TNI yang menjabat di tahun 1990-an. Pembangunan monumen tersebut memakan waktu 6 tahun lamanya dan mulai diresmikan pada 5 Desember 1996, oleh presiden Indonesia kala itu, Presiden Soeharto, bertepatan dengan Hari Armada Indonesia.

Adalah I Nyoman Nuarta, seorang seniman patung terkenal, kembali menjadi sosok dibalik desain monumen yang megah tersebut. Untuk membuat patung perwira tersebut dibutuhkan lebih dari tiga ribu ton tembaga sehingga tidak mengherankan jika pembuatan patung tersebut memakan biaya hingga Rp 27 Milyar kala itu. Tidak hanya berdiri patung perwira pada Monumen Jalasveva Jayamahe namun di bawahnya juga terdapat bangunan berbentuk bundar yang memiliki tinggi sekitar 30 meter. Pada bangunan tersebut terdapat Museum TNI AL. Jadi berwisata ke sini tidak hanya menyaksikan kemegahan Monumen Jalesveva Jayamahe namun juag bisa mengenal lebih mendalam mengenai TNI AL dengan berkunjung ke museumnya.

Monumen Jalesveva Jayamahe dibuka setiap hari Senin hingga Jum’at mulai dari pukul 07.00 pagi hingga 03.00 sore. Biasanya pada peringatan Hari Armada Indonesia, Monumen Jalasveva Jayamahe melakukan open house untuk umum sehingga untuk masuk ke sana tidak perlu melakukan ijin kepada petugas sebagaimana hari biasanya. Tak hanya itu untuk berkunjung ke Monumen Jalesveva Jayamahe, pengunjung juga diminta untuk berpakaian rapi dan bersepatu.

Dari kejauhan bangunan Monumen Jalesveva Jayamahe sudah nampak megah. Apalagi kala masuk di dalamnya. Pada dinding-dinding bangunan museum terdapat berbagai diorama yang menggambarkan sejarah perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang bahari. Ada pula sejumlah miniatur dan model kapal yang digunakan oleh TNI AL dan sejumlah benda bersejarah lainnya. Sementara itu di samping patung Perwira TNI, terdapat sebuah gong berukuran cukup besar yang diberi nama Gong Kiai tentrem. Gong seberat 2.2 ton tersebut terbuat dari logam kuningan berlapiskan anti karat. Logam yang digunakan memiliki ketebalan 6 mm dengan diameter mencapai 5 meter.

Di area museum juga terdapat pusat souvenir yang menjual berbagai oleh-oleh mulai dari pakaian, topi, tas, dan sejumlah atribut TNI AL. Puas berwisata sejarah bahari Indonesia, pengunjung bisa menengok ke ujung selatan dimana terdapat pangkalan kapal-kapal perang TNI AL. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati indahnya Selat Madura dengan sejumlah kapal yang berlalu-lalang. Dari kejauhan juga nampak Jembatan Suramadu yang nampak megah. Pengunjung juga bisa melihat keseluruhan pemandangan di sekitar Monumen Jalesveva Jayamahe dari patung Perwira. Jika lapar, pengunjung bisa menuju pujasera yang berlokasi tak jauh dari Monumen Jalesveva Jayamahe, hanya sekitar 300 meter saja. Yuk kita kenang para pahlawan bahari dengan berkunjung ke Monumen Jalesveva Jayamahe.


EmoticonEmoticon